Losmen : Sebuah Fenomena Kenikamatan

Sponsor Links

Mencari daftar Losmen di Yogayakarta, Bantul sekaligus alamtnya.

Akhir-akhir ini aku dan temanku sering keliling ke daerah wisata di Yogyakarta, ini sering kami lakukan setelah selesai kerja sampingan yang hampir-hampir merampas hak-hak kerja wajib kami.

Melihat judul diatas “Losmen : sebuah fenomena kenikamatan” mungkin kita bingung atau akan beranggapan sudah wajar kalau losmen cenderung menjadi tempat berburu kenikmatan. Sangatlah miris memang jika kita melihat sendiri kenyataan yang terjadi di tempat tersebut. Konon Losmen merupakan tempat peristirahatan ketika kita melakukan sebuah wisata atau bahkan bisa berfungsi sebagai penghinapan, namun saat ini mungkin telah berubah sama sekali. orang-orang yang datang ke losmen cenderung tidak untuk beristirahat, akan tetapi merka sengaja datang dari rumah untuk bertemu dan kencan dengan pasangan mereka yang dapat dilihat dan di pastikan bahwa mereka bukan pasangan yang syah secara agama maupun hukum yang berlaku. Yang lebih memprihatinkan lagi, adalah hasil bincang-bincang teman saya dengan salah seorang pengelola losmen di daerah selatan Yogyakarta, bahwasanya sering yang datang ke tempat itu adalah mereka yang masih berusia anak-anak SMP dan SMA. Bahkan pada saat kami survey kesbuah losmen, saya sangat terkejut melihat sepasang muda-mudi berseragam SMA datang tergesa-gesa dan kemudian masuk kesebuah kamar. Dasar anak SMA, yang terburu nafsu belum lagi pintu di tutup rapat salah seorang dari mereka terlihat mulai melepas pakain yang dikenakan satu persatu. Apa yang mereka lakukan ?? Sudah barang tentu pembaca bisa menebak sendiri.

Yang menjadi masalah adalah pertama kenapa pengelola losmen sengaja menyediakan tempat untuk mereka yang melakukan hal-hal kotor seperti itu sementara jelas-jelas dari pengakuan pengelola tersebut ia tahu kalau kebanyakan dan bahkan semua yang datang menyewa kamar hanya untuk melakukan hal-hal tersebut, kedua ternyata masyarakat kita saat ini telah jauh melenceng dari aturan agama yang suci. Lalu siapa yang bertanggung jawab terhadap fenomena seperti itu.

Kalau saya mengusulkan seharusnya di berlakukan aturan bahwa jika konsumen yang bermaksud menggunakan kamar harus menunjukkan bukti identitas bahwa mereka adalah pasangan syah. Aturan ini harus di sosialisasikan kepada masyarakat dengan intensif, sehingga pada saat ada konsumen yang bermaksud menyewa kamar, tidak ada alasan untuk tidak dapat menunjukkan bukti tertulis pasangan yang syah.

Tags: , ,

Label: losmen jogja mesum, losmen murah di jogja buat mesum, mesum di losmen nesu, muda mudi di losmen parangtritis, penginapan buat mesum di kota jogja

« |July 18, 2009 | »


Comments